Jembatan garam
Jembatan
aram biasanya berupa tabung berbentuk U yang diisi dengan agar-agar
yang dijenuhkan dengan KCl. Jembatan garam berfungsi untuk menjaga
kenetralan muatan listrik pada larutan. Karena konsentrasi larutan
elektrolit pada jembatan garam lebih tinggi daripada konsentrasi
elektrolit di kedua bagian elektroda, maka ion negatif dari jembatan
garam masuk ke salah satu setengah sel yang kelebihan muatan positif dan
ion positif dari jembatan garam berdifusi ke bagian lain yang kelebihan
muatan negatif.
Dengan
adanya jembatan garam terjadi aliran electron yang kontinu melalui
kawat pada rangkaian luar dan aliran ion-ion melalui larutan sebagai
akibat dari reaksi redoks yang spontan yang terjadi pada kedua elektroda
Jika
kedua elektrolit pada sel dipisahkan sama sekali tanpa adanya jembatan
garam, maka dapat dilihat bahwa aliran electron akan segera berhenti.
Hal ini terjadi karena pada kedua elektroda terjadi ketidaknetralan
listrik, di satu bagian kelebihan muatan positif dan di bagian lain
kelebihan muatan negatif. Dengan adanya jembatan garam dapat terjadi
penetralan muatan listrik di setiap elektroda melalui difusi ion-ion,
akan tetapi kedua larutan elektroda tetap dapat dijaga untuk tidak
saling bercampur secara bebas, sebab kalau dibiarkan bercampur maka
ion-ion Cu2+ akan bereaksi langsung dengan elektroda Zn, dan electron tidak akan mengalir melalui kawat pada rangkaian luar.
Penggunaan
agar-agar mempunyai keuntungan, diantaranya menjaga agar larutan
elektrolit di satu bagian elektroda tidak mengalir ke bagian elektroda
lainnya saat permukaan kedua larutan elektrolit di kedua elektrolit
berbeda.
Adanya
jembatan garam menyebabkan adanya pertemuan cairan elektrolit. Hal
ini menyebabkan munculnya potensial perbatasan di kedua cairan, tapi
potensial cairan-perbatasan (Ej) antara larutan KCl (pekat
dalam agar-agar) dengan larutan encer pada setengah sel sangat kecil.
Hal ini terjadi karena larutan KCl yang digunakan pekat sehingga
potensial perbatasan terutama ditentukan oleh ion-ion dari larutan
tersebut, sementara ion-ion dari larutan encer memberikan kontribusi
yang dapat diabaikan terhadap potensial perbatasan.
Karena mobilitas ion K+ dan Cl-
dalam air hampir sama, maka ion-ion ini berdifusi keluar dari jembatan
garam ke dalamlarutan encer pada kecepatan yang hampir sama dan oleh
karena itu potensil perbatasannya juga sangat kecil.
Pertemuan
cairan perbatasan dengan adanya jembatan garam ada dua pertemuan yakni
antara KCl jenuh dengan kedua larutan encer dari setiap bagian
elektroda. Hal ini akan semakin memperkecil potensial perbatasan
nettonya karena adanya pengurangan sebagai akibat dari arahnya yang
saling berlawanan.
SEL VOLTA

1. Sel Kering (Sel Leclanche)
Dikenal
sebagai batu baterai. Terdiri dari katode yang berasal dari
karbon(grafit) dan anode logam zink. Elektrolit yang dipakai berupa
pasta campuran MnO2, serbuk karbon dan NH4Cl.Persamaan reaksinya :
Katode : 2MnO2 + 2H+ + 2e " Mn2O3 + H2O
Anode : Zn " Zn2+ + 2e
Reaksi sel : 2MnO2 + 2H+ + Zn " Mn2O3 + H2O + Zn2
2. Sel Aki
Sel
aki disebut juga sebagai sel penyimpan, karena dapat berfungsi
penyimpan listrik dan pada setiap saat dapat dikeluarkan . Anodenya
terbuat dari logam timbal (Pb) dan katodenya terbuat dari logam timbal
yang dilapisi PbO2.Reaksi penggunaan aki :
Anode : Pb + SO4 2- " PbSO4 + 2e
Katode : PbO2 + SO42-+ 4H++ 2e " PbSO4 + 2H2O
Reaksi sel : Pb + 2SO4 2- + PbO2 + 4H+ " 2PbSO4 + 2H2O
Reaksi Pengisian aki :
2PbSO4 + 2H2O " Pb + 2SO4 2- + PbO2 + 4H+
3. Sel Perak Oksida
Sel ini banyak digunakan untuk alroji, kalkulator dan alat elektronik.
Reaksi yang terjadi :
Anoda : Zn(s) + 2OH-(l) " Zn(OH)2(s) + 2e
Katoda : Ag2O(s) + H2O(l) + 2e " 2Ag(s) + 2OH-(aq)
Reaksi Sel : Zn(s) + Ag2O(s) + H2O(l) " Zn(OH)2(s) + 2Ag(s)
Potensial sel yang dihasilkan adalah 1,34 V
4. Sel Nikel Cadmium (Nikad)
Sel Nicad merupakan sel kering yang dapat diisi kembali (rechargable). Anodenya terbuat dari Cd dan katodenya berupa Ni2O3 (pasta). Beda potensial yang dihasilkan sebesar 1,29 V. Reaksinya dapat balik :
NiO(OH).xH2O + Cd + 2H2O → 2Ni(OH)2.yH2O + Cd(OH)2
2PbSO4 + 2H2O " Pb + 2SO4 2- + PbO2 + 4H+
3. Sel Perak Oksida
Sel ini banyak digunakan untuk alroji, kalkulator dan alat elektronik.
Reaksi yang terjadi :
Anoda : Zn(s) + 2OH-(l) " Zn(OH)2(s) + 2e
Katoda : Ag2O(s) + H2O(l) + 2e " 2Ag(s) + 2OH-(aq)
Reaksi Sel : Zn(s) + Ag2O(s) + H2O(l) " Zn(OH)2(s) + 2Ag(s)
Potensial sel yang dihasilkan adalah 1,34 V
4. Sel Nikel Cadmium (Nikad)
Sel Nicad merupakan sel kering yang dapat diisi kembali (rechargable). Anodenya terbuat dari Cd dan katodenya berupa Ni2O3 (pasta). Beda potensial yang dihasilkan sebesar 1,29 V. Reaksinya dapat balik :
NiO(OH).xH2O + Cd + 2H2O → 2Ni(OH)2.yH2O + Cd(OH)2
SEL ELKTROLISIS

Elektroplating atau penyepuhan merupakan proses pelapisan
permukaan logam dengan logam lain. Misalnya tembaga dilapisi dengan emas
dengan menggunakan elektrolit larutan emas (AuCl3).
Emas (anoda) : Au(s) → Au3+(aq) + 3e (oksidasi)
Tembaga (katoda) : Au3+(aq) + 3e → Au(s) (reduksi)
Dari persamaan reaksi tampak pada permukaan tembaga akan terjadi reaksi reduksi Au3+(aq) + 3e → Au(s). Dengan kata lain emas Au terbentuk pada permukaan tembaga dalam bentuk lapisan tipis. Ketebalan lapisan juga dapat diatur sesuai dangan lama proses reduksi. Semakin lama maka lapisan yang terbentuk semakin tebal.
Sintesa atau pembuatan senyawa basa, cara elektrolisa merupakan teknik yang handal. Misalnya pada pembuatan logam dari garam yaitu K, Na dan Ba dari senyawa KOH, NaOH, Ba(OH)2, hasil samping dari proses ini adalah terbentuknya serta pada pembuatan gas H2, O2, dan Cl2. Seperti reaksi yang telah kita bahas. Dalam skala industri, pembuatan Cl2 dan NaOH dilakukan dengan elektrolisis larutan NaCl dengan reaksi sebagai berikut:

Proses pemurnian logam juga mengandalkan proses elektrolisa. Proses pemurnian tembaga merupakan contoh yang menarik dan mudah dilaksanakan. Pemurnian ini menggunakan elektrolit yaitu CuSO4. Pada proses ini tembaga yang kotor dipergunakan sebagai anoda, dimana zat tersebut akan mengalami oksidasi, Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e
Reaksi oksidasi ini akan melarutkan tembaga menjadi Cu2+. Dilain pihak pada katoda terjadi reaksi reduksi Cu2+ menjadi tembaga murni. Mula-mula Cu2+berasal dari CuSO4, dan secara terus menerus digantikan oleh Cu2+ yang berasal dari pelarutan tembaga kotor. Proses reaksi redoks dalam elektrolisis larutan CuSO4 adalah :
CuSO4(aq) → Cu2+(aq) + SO42Ͳ(aq)
Katoda: Cu2+(aq) + 2e → Cu(s)
Anoda : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e
Pengotor tembaga umumnya terdiri dari perak, emas, dan platina. Oleh karena E0 unsur Ag, Pt dan Au > dari E0 Cu, maka ketiga logam tidak larut dan tetap berada di anoda biasanya berupa lumpur. Demikian juga jika pengotor berupa Fe atau Zn, unsur ini dapat larut namun cukup sulit tereduksi dibandingkan Cu, sehingga tidak mengganggu proses reduksi Cu.
Emas (anoda) : Au(s) → Au3+(aq) + 3e (oksidasi)
Tembaga (katoda) : Au3+(aq) + 3e → Au(s) (reduksi)
Dari persamaan reaksi tampak pada permukaan tembaga akan terjadi reaksi reduksi Au3+(aq) + 3e → Au(s). Dengan kata lain emas Au terbentuk pada permukaan tembaga dalam bentuk lapisan tipis. Ketebalan lapisan juga dapat diatur sesuai dangan lama proses reduksi. Semakin lama maka lapisan yang terbentuk semakin tebal.
Sintesa atau pembuatan senyawa basa, cara elektrolisa merupakan teknik yang handal. Misalnya pada pembuatan logam dari garam yaitu K, Na dan Ba dari senyawa KOH, NaOH, Ba(OH)2, hasil samping dari proses ini adalah terbentuknya serta pada pembuatan gas H2, O2, dan Cl2. Seperti reaksi yang telah kita bahas. Dalam skala industri, pembuatan Cl2 dan NaOH dilakukan dengan elektrolisis larutan NaCl dengan reaksi sebagai berikut:

Proses pemurnian logam juga mengandalkan proses elektrolisa. Proses pemurnian tembaga merupakan contoh yang menarik dan mudah dilaksanakan. Pemurnian ini menggunakan elektrolit yaitu CuSO4. Pada proses ini tembaga yang kotor dipergunakan sebagai anoda, dimana zat tersebut akan mengalami oksidasi, Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e
Reaksi oksidasi ini akan melarutkan tembaga menjadi Cu2+. Dilain pihak pada katoda terjadi reaksi reduksi Cu2+ menjadi tembaga murni. Mula-mula Cu2+berasal dari CuSO4, dan secara terus menerus digantikan oleh Cu2+ yang berasal dari pelarutan tembaga kotor. Proses reaksi redoks dalam elektrolisis larutan CuSO4 adalah :
CuSO4(aq) → Cu2+(aq) + SO42Ͳ(aq)
Katoda: Cu2+(aq) + 2e → Cu(s)
Anoda : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e
Pengotor tembaga umumnya terdiri dari perak, emas, dan platina. Oleh karena E0 unsur Ag, Pt dan Au > dari E0 Cu, maka ketiga logam tidak larut dan tetap berada di anoda biasanya berupa lumpur. Demikian juga jika pengotor berupa Fe atau Zn, unsur ini dapat larut namun cukup sulit tereduksi dibandingkan Cu, sehingga tidak mengganggu proses reduksi Cu.
Saya sengaja menulis terlebih dahulu mengenai harga sel surya yang mahal itu. Hal ini karena berbagai pertanyaan ttg harga sel surya itu sendiri serta ketidaktahuan publik mengenai mengapa sel surya itu mahal.
Dalam kesempatan lain yg mudah2an dalam waktu dekat ini, saya hendak membuat kembali tulisan ttg bagaimana menekan harga sel surya sebagaimana telah dilakukan oleh negara2 maju untuk memasarkan dan menyebarluaskan sel surya.
Ada fakta yang menarik, meski sel surya itu mahal, namun penjualan sel surya dunia mencapai peningkatan 20% pertahunnya. Mengapa demikian? Ya karena adanya insentif dari negara yang menekan harga sel surya tsb.
InsyaAllah akan saya kemukakan nanti.
Salam
Mereka sudah jalankan di Bangladesh dan cukup sukses dan saat ini Indonesia adalah target mereka.
Salah satu board of comittee-nya dari NGO ini Prof. M. Yunus (pemenang nobel).
Ini project 3 tahun dan mulai jan07 – dec09. Microfinancing ini buat siapa saja selama bisa menaikan taraf hidup, mereka akan bantu termasuk technical advisor.
Bila memang tertarik saya bisa berikan detainya.
Salam
Rizal
Luar biasa.
Pas banget. Artikel terbaru saya mengenai program instentif pemerintah (Bagian 2) jelas menyinggung hal di Bangladesh ini. Persis!
Pas saya upload artikelnya, pas saya lihat ada comment dari Mas Rizal.
Sukses di sana selalu. Trims infonya.
jadi ga yakin lihat kalkulasi di atas deh, apakah panel solar yang di indonetwork itu beneran? disitu saja dipromokan 5 jt, dengan daya 250 watt
Maaf Mas Iqbal…
Di Indonetwork, saya justru melihat sel surya dengan harga 5 jutaan lebih untuk 50 Watt, alias 100 ribu rupiah/ Watt.
Berarti artikel saya masih betul karena secara kasar harga sel surya plus perangkat BOS-nya ialah US$ 8-10/Watt.
Dan setahu saya, memang segitulah harga sel surya di pasaran.
Trims infonya.
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297309&kat_id=13
Sekarang yang menjadi pertanyaan, bagaimana seandainya ada orang iseng/ tidak bertanggung jawab, melempar batu ke panel surya, yang sekilas sangat rentan pecah/ hancur ?
Thanks.
Akhirnya ada juga yang berpikir ke arah sana… hahaha.
Betul pak…
Itu saya sadari. Persis seperti apa yg pernah saya guyon-kan ke beberapa temen yang menggiati sel surya. Penerapan sel surya di rumah akan sia sia jika ya ada yg melempar batu ke panel tsb di atas atap kita… bisa nangis2 kita… ahaha.
Ya, jgnkan sel surya pak.. kereta lewat aja sering dilempari batu. Dan saya kira, pendekatannya akan sama dengan bagaimana mencegah agar aksi perusakan atau vandalisme itu tidak merajalela berkaitan dengan fasilitas umum lain kan?
Unik, krn saya pernah menemukan sebuah paper ilmiah yang membahas aksi lempar batu atau vandalisme thd fasilitas sel surya di Indonesia yang menjadi satu point pembahasan tersendiri.
Dan pencegahannya berupa bgmn mendidik dan memberi pengarahan kpd masyarakat ttg pemeliharaan sel surya. Sbnrnya artikel dalam paper ini ditulis ketika membahas program listrik di pedesaan dengan mengunakan sel surya, namun krn menyentuh inti permasalahan yang sama, agaknya ini juga perlu dipertimbangkan.
Bayangkan saja, jika setiap saat harus memasak, ibu ibu harus ngumpul di lapangan terbuka ato di atas atap, kan lucu banget tuh. wakakakakaka.
Kalau saja kompor matahari ini bisa menyimpan tenaga di aki/baterai, dan bisa digunakan dalam rumah, pasti akan sangat berguna utk era sekarang ini. Mungkin kalau dijual / didistribusikan ke papua, orang papua tidak perlu bakar batu lagi dah.
(Just Kidding )
Mungkin Anda ada masukan utk Kompor matahari ini.
Rgds,
Eddie
Pontianak
bagaimana dgn proyeknya pak Wilson Wenas, yang infonya bisa nekan produksi $ 1/watt , ya walaupun dgn efisiensi lebih rendah, mungkin bisa diulas lebih dalam dari sisi teknologi dan klo pun jadi, tentu asumsi instalasi (box analisa) biaya bisa direduksi dan skema bisa diubah katakan watt-nya jadi lebih besar. terus ukuran batere perlu disesuaikan.
bagaimana misal baterenya pakai batere kering, analisa teknis & biaya ? mohon Pak Adhi bikin artikel yg nganalisis ttg batere untuk pendukung sel surya.
Untuk Pak dani-kediri sepertinya teknologi itu udah diterapin di PLTU solar thermal sevilla n california mgkin, bahkan mereka sudah pakai sistem pengawet panas pake molten salt, klaimnya bisa nyimpen panash 4 jam-an. cuma memang butuh lahan luas untuk sistem cermin pantul. Mohon Pak Adhi jg mengulas ini biar jadi pencerahan. Skalanya juga besar nyampe 10MWan. untuk jangka panjang karena ga makan bahan bakar tinggal komponen biaya invest n maintenance.
Buat Pak Rizal bisa minta kontaknya? Mgkin Pak Adhi bisa memfasilitasi.
Tengs.
trimakasih semakin menambah wawasan tentang solar cells semoga harganya bisa semakin terjangkau oleh semua kalangan masyarakat sehingga tidak ada lagi penduduk indonesia yang hidup dalam kegelapan tanpa listrik seperti yang kami alami.
Mudah – mudahan ilmuan indonesia mampu dengan segera menciptakan listrik murah dan mudah aplikasinya agar bumi juga tidak semakin panas oleh pembakaran – pembakaran entah apalah namanya.
Terkait dengan komentar pak Rizal tentang microfinancing solar cells saya mau dong pak detailnya seperti apa, karena saat ini saya sedang penelitian tentang kemiskinan juga di daerah saya yang program PPK nya cukup berhasil, mungkin microfinancingnya bisa dilakukan oleh UPK dengan dana bergulirnya.
Mohon pak rizal / pak adhi bisa memfasilitasi saya
Salam
Rissa (Sambas)
terus terang baru hari ini saya menemukan alamat blog ini, sebetulnya saya dan teman2 di cilegon sangat meng harapkan adanya wadah untuk komunitas energi yang berkelanjutan , sekiranya ada atau akan membentuk,saya sangat berbahagia untuk bergabung.
Issue ketahanan Energi merupakan Issue yg paling krusial untuk ketahanan suatu bangsa dimasa mendatang,saya optimis bila ada komunitas yg kuat dalam memperjuangkannya ,tentu tak ada yang tidak mungkin bukan?
Salam sukses selalu
andaikan bisa : ada perusahaan asuransi yang bersedia menyediakan asuransi all risk untuk PLTS yang akan ada di rumah kita ….
ada yang tau mohon info berseta harganya…Trims
Amiiin…..
saya mau tanya, jika sel surya diaplikasikan untuk industri kecil misalkan bioetanol. bagaimana diagram proses PLTSnya?. kapasitas daya yang diperlukan dan harga alatnya?. atau jika ada referensi yang dapat saya pelajari. terima kasih atas bantuannya.
salam hormat dari julianto, kalimantan barat – pontianak.
Sbnrnya akan sangat memakan biaya jika PLTS digunakan untuk industri kecil. Sel surya itu masih mahal.
Salam
ADHI
tolong infokan di email ya…
trima kasih
jadi tidak butuh yang lai2 untuk pemasangan PLTS.
harga 4 JT untuk 1000 watt.
sehingga menekan biaya untuk pemasangan PLTS
converter kami juga berfungsi sebagai pengganti genset.
berminat email aja ke arya_inersoul@yahoo.co.id
tnks