Bisakah sel surya memberi pengaruh
siginifikan pada aktifitas keseharian kita? Ataukah sel surya sebagai
sebuah produk teknologi mampu menigkatkan taraf hidup umat manusia
sebagaimana tujuan dari sains dan teknologi itu sendiri? Mengingat
perannya sebagai sebuah sumber listrik atau sumber energi, apa saja yang
dapat dilakukan oleh sel surya untuk menopang aktifitas jika kita mulai
melepaskan diri dari ketergantungan sumber listrik konvensional semisal
listrik dari perusahaan listrik yang mengambil listrik dari pembangkit
listrik konvensional puila? Tulisan kali ini bertujuan mengupas secara
ringkas pemanfaatan sel surya dalam mensuplai energi listrik
sehari-hari, potensi aplikasinya berikut model-model produk berbasis sel
surya.
Meski pada awalnya, pemanfaatan sel surya lebih banyak difokuskan pada sektor rumah tangga (lihat : Ramai-ramai membangun hunian swadaya energi)
namun akhir-akhir ini beberapa aplikasi baru dari sel surya
bermunculan. Aplikasi baru tersebut tidak lain berupa
terobosan-terobosan produk elektronik yang memanfaatkan sel surya
sebagai sumber tenaganya. Adanya terobosan atau inovasi produk yang
didukung oleh sel surya diyakini didorong oleh karakteristik unik sel
surya yang memilki mobilitas tinggi serta akses mudah hampir setiap
sudut bumi terhadap sinar matahari, yang ujung-ujungnya membawa serta
celah-celah pasar baru untuk produk inovasi teknologi.
Hanya saja, menurut pengamatan penulis, sel
surya saat ini masih dalam skema peran sebagai produk komplementer dari
pembangkit listrik konvensional yang sudah mapan, bukan merupakan
pilihan utama itu sendiri. Kehadiran sel surya sebagai sumber listrik
sejauh ini baru difokuskan untuk menutup kelemahan jaringan instalasi
kabel listrik yang sering menemui hambatan dalam menjangkau daerah
terpencil-pedalaman (remote area), pulau-pulau kecil dengan sedikit
penghuni untuk kasus tanah air kita, pegunungan dengan minimnya jaringan
listrik atau hanya merupakan bagian dari program pemberdayaan komunitas
yang digiatkan oleh pemerintah atau NGO/LSM alih-alih murni pendekatan
pemasaran atas dasar bisnis.
1. Pompa air bertenaga surya (solar powered water pump)
Sebagaimana namanya, pompar air yang
berfungsi menyedot air dari dalam tanah ini digerakkan dengan tenaga
surya. Secara fisik, fungsi maupun instalasi pompa air ini tidak ubahnya
pompa air konvensional. Hanya saja, perbedaan mencolok ada pada panel
surya silikon yang menggenapi sistem pompa air sebagai sumber listrik
yang menggerakkan pompa, sebagaimana terlihat di Gambar 1 berikut.
Konsep dari pompa air bertenaga surya ini ialah sebuah pompa yang
diperuntukkan bagi daerah yang terisolasi atau jauh dari jaringan
instalasi listrik. Konsep ini dirasakan efektif mengingat penggunaan
secara kolektif pompa air bertenaga surya ini akan mereduksi beban biaya
akibat keberadaan panel surya yang tidak murah.
Gambar 1. Contoh produk pompa air bertenaga surya.
Dibandingkan dengan pompa air dengan tenaga
listrik konvensional, pompa air bertenaga surya ini menggunakan arus
searah (arus DC) tidak seperti pompa konvensional yang berarus bolak
balik (AC). Hal ini mengingat panel surya yang digunakan sebagai sumber
listrik memiliki output arus DC dan tidak memilki pengubah arus DC-AC
sebagaimana listrik yang terinstalasi di perumahan. Pada umumnya pompa
air ini memerlukan panel surya dengan daya keluaran 75-100 Watt dan
didukung oleh baterei 12 volt agar pompa dapat bekerja di malam hari
pula. Kedalaman air yang dapat dicapai secara efektif oleh pompa ini
berkisar 50-70 m dengan debit air maksimum hingga 275 liter per jam.
Konsumen dapat memilih dua jenis pompa ini,
yakni pompa yang terletak di atas permukaan tanah atau pompa yang
diletakkan/dipendam di bawah permukaan tanah. Kapasitas pompa beserta
panel surya yang digunakan sangat tergantung dari kondisi operasi
semisal kedalaman air di bawah tanah, berapa banyak debit air yang
dibutuhkan serta tentu saja biaya. Penempatan pompa air bertenaga surya
ini di Indonesia sudah dicoba di daerah kering minim hujan seperti di
Nusa Tenggara Barat mapupun daerah Bantul DIY.
2. Kulkas bertenaga surya (Solar powered refrigerator)
Pernahkah kita membayangkan sebuah situasi
ekstrim; bencana alam atau gempa yang melanda sebuah daerah, membuat
daerah tersebut terisolasi dari luar baik perhubungan, telekomunikasi
maupun dari instalasi listrik utama. Atau katakanlah sebuah daerah
terpencil di pedalaman Sumatera atau Sulawesi yang memutuhkan tim
kesehatan guna memeriksa kesehatan penduduk setempat di mana masalah
listrik menjadi kendala utama. Dua situasi di atas yang berkaitan dengan
penanganan pasca-bencana alam atau pemenuhan kebutuhan kesehatan
penduduk merupakan salah satu pendorong ditemukannya sebuah lemari
pendingin yang “portable” plus “mobile”yang dibawa oleh tim medis tanpa
perlu bergantung pada ada atau tiadanya suplai listrik. Suplai listrik
yang menopang beroperasinya lemari pendingin ini berasal dari sel surya
pula, yang dapat dibawa dan dipasang dengan mudah (lihat Gambar 2).
Sebagai sebuah peralatan medis, lemari pendingin ini berfungsi untuk
menyimpan vaksin maupun obat-obatan dan makanan.
Gambar 2. Lemari pendingin bertenaga surya untuk keperluan medis di daerah terpencil.
Sistem lemari pendingin bertenaga surya ini
terdiri atas empat komponen utama; yakni panel surya, baterei, lemari
pendingin dan kontrol pengisian listrik (“charge controller”). Panel
surya yang dipergunakan biasanya berdaya 800 Watt untuk lemari pendingin
berdaya 600 Watt. Baterei cadangan yang dipergunakan memiliki 105 Ah
sebanyak 6-8 buah. Konon harga sebuah sistem lemari pendingin lengkap
ini ialah US$ 5000.
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar